Mahasiswa PPL-KKN Terintegrasi Unsyiah Sebagai Pembina Upacara Bendera

Rate this post

img_20160926_083319

img_20160926_080247

Senin 26 September 2016 Mahasiswa PPL-KKN Terintegrasi menjadi pembina upacara, sedangkan yang menjadi pelaksana upacara adalah Kls IX IPA 2 yang telah dilatih sebelumnya pada hari sabtu 24 September 2016 oleh Mahasiswa PPL-KKN Terintegrasi.

Upacara kali ini Irpan Harwalis ketua kelompok PPL SMAN 1 Indrapuri Aceh Besar sebagai pembuna upacara, adapun kutipan nasehat yang disampaikan oleh pembina upacara yaitu:

  1. inti dari surah Luqman ayat 13 dan 14, yatu jangan menserikatkan Allah karena itu merupakan kejaliman yang besar, dosa yang tidak diampuni Allah dan berbuat baik kepada kedua orang tua terutama ibu, karena telah mengandung susah diatas susah (WAHNAN ALA WAHNIN)
  2. inti surah Al-Mukminun ayat 12-14 tentang peroses penciptaan manusia
  3. kenapa kita harus menghormati guru, karna guru telah melaksanakan kewajiban utama orang tua yatu Tauhit(mengenal Tuhan) ini merupakan proses pendidikan.
  4. fillosofi seorang guru

sebelum mengakhiri amanat pembina upacra menceritan beberapa fillosofi tentang seorang guru

  1. guru bagaikan garam pada sebuah masakan,

Tanpa garam semua masakan akan hambar, begitu juga dengan manusia, tanpa guru akan hambar bagaikan layang-layang tanpa benang. Tetapi, dimanakah kita letakkan garam itu?…. (didapur) tempatnya dibelakang, tidak ada seorang manusiapun yang sudi meletakkan garam diatas meja hiasan, begitu juga dengan nasip guru, selalu diletakkan dibelakang, langka manusia yang mau mengingat jasa-jasa gururunya, menghormati guru, mengidolakan guru, mendoakan guru, padahal manusia sukses karna guru.

  1. guru bagaikan induk ayam yang mengerami telur itik.

Selama 44 (Empat Puluh Empat) hari induk ayam setia mengerami telur bebek/itik, sengkat cerita setelah menetas anak itik asik bermain di dalam sawah, berenang canda gura dengan kawan-kawannya, tanpa memikirkan induk ayam yang selalu mencemaskannya, apabila datang hujan ia bermain sangat riang tak memikirkan ibunya (induk ayam) yang tidak bisa bermain hujan tetapi sangat mencemaskan anaknya (itik/bebek). Begitu juga dengan guru yang selalu mencemaskan siswanya namun pernahkah kita memikirkan guru?????

818 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Balasan