SMPN 18 Banda Aceh Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW

3 (60%) 1 vote

 

 

Pada hari ini, sekolah mengadakan kenduri Maulid Nabi Muhammad Saw. Hari ini menjadi  hari yang ditunggu-tunggu oleh semua pihak sekolah SMP Negeri 18 Banda Aceh. Para siswa dengan penuh kebahagian menyambut  hari ini. Selain karena alasan kenduri yang menyediakan banyak makanan yang membuat siswa-siswi bahagia tetapi juga hari ini menjadi hari merdeka bagi mereka. Merdeka dari duduk dan belajar di kelas dengan materi yang rumit dan membosankan menurut mereka. Hari ini mereka merasa sangat bebas tanpa harus memperhatikan bunyi bel untuk berganti jam pelajaran. Hari kebebasan yang sangat dinantikan yang telah menjadi rutinitas sekolah ini setiap tahunnya. Bukan hanya para siswa, para guru dan karyawan lainnyapun merasakan kebebasan yang sama seperti siswa-siswinya. Pada hari ini mereka akan menjadi seperti diri mereka pada hakikatnya. Guru laki-laki akan berperan seperti layaknya seorang kepala keluarga yang menyiapkan berbagai hal yang tidak mampu dilakukan oleh anggota keluarganya begitu juga dengan guru-guru perempuan, mereka akan menjadi warga biasa seperti ibu-ibu rumah tangga yang lain yang berkumpul di tempat kenduri dan mengerjakan pekerjaan-pekerjaan rumah yang sudah biasa mereka lakukan sehari. Sehingga hari ini mereka akan merasa dibebasakan sejenak dari lembaran-lembaran buku atau kertas tugas. Hari ini semua guru akan bermain dengan dapur, air, api, bahan memasak  dan alat memasaknya. Kebahagiaan ini juga dirasakan oleh mahasiswa-mahasiswi Unsyiah yang sedang mengambil program Magang III di sana.

Pada hari ini sekolah sudah menyiapkan banyak hal. Sejak malam Senin sekolah sudah ditata atau didekor dengan indah oleh pihak yang bertanggungjawab. Sekolah tampak rapi dan bersih di halaman upacara. Di halaman upacara yang sekaligus menjadi lapangan olahragalah tempat para tamu dan pihak sekolah akan menikmati hidangan maulidnya. Suasana sekolah tampak  menyenangkan. Meja makan diatur secara terpisah untuk tamu yang diundang dari luar sekolah dan juga satu meja lagi untuk para siswa dan pihak sekolah. Tidak hanya itu, di halaman itu tampak panggung tempat para siswa berkreativitas. Di panggung itu kepala sekolah menyampaikan kata sambutannya untuk acara yang sangat meriah hari ini. Di panggung itu juga ada siswa-siswi yang tampil. Ada yang “meudike”, ada yang membaca al-Quran, dan ada juga yang tampil bernyanyi dengan lagu-lagu islami yang dinyanyikan dalam bentuk grub nasyid. Para siswa sangat antusias dengan acara yang diadakan hari ini.

Dari kata sambutan kepala sekolah mengaku kenduri hari ini adalah kenduri yang sangat berbeda dengan kenduri-kenduri sebelumnya. Biasanya guru tidak menyiapkan menunya bersama-sama. Biasanya mereka hanya akan tinggal menunggu pesanan diantar. Tapi kenduri ini sangatlah menyenangkan dan memiliki banyak cerita dan kesan dalam hari yang dilalui selama mempersiapkan acara maulid ini. Para guru memasak bersama-sama. Guru laki-laki mengurus perlengkapan “kuah belangong”. Mereka mengupas nangka secara beramai-ramai dan juga membersihkan dan mencincang daging-daging yang akan dimasak dengan nangka tersebut. Meski guru-guru ini  hanya berjumlah  tidak lebih dari 5 orang guru laki-laki tapi mereka tidak kekurangan tenaga dalam mempesiapkan semua kebutuhan untuk hari ini. Merka dibantu oleh para mahasiswa magang baik dari Unsyiah maupun dari Universitas Serambi. Pekerjaan ini sudah dimulai sejak hari Sabtu, Minggu dan Senin. Hari ini adalah hari menikmati hasil kerjasama yang sangat kompak antar semua pihak sekolah dalam menyiapkan acara ini.

Guru-guru perempuanpun tidak kekurangan  tenaga  dalam mempersiapkan menu maulidnya. guru-guru tersebut dibantu oleh anggota kelompok Magang III. Bantuan yang dilakukan yaitu seperti, merajang, menggoreng ikan, kentang, ayam,dan kerupuk serta lainnya. Sehari sebelum acara yaitu pada Mingggu, 12 Februari 2017 semua guru baik guru tetap maupun mahasiswa magang terlihat sangat kompak lebih dari hari biasanya. Kekompakan itu tampak saat para guru dan mahasiswa magang berada di tempat memasak. Guru dan mahasiswa menyiapkan rujak sebagai cemilan setelah lelah bekerja. Selama proses pembuatan rujak antara guru dan mahasiswa terlibat interaksi yang sangat aktif dan menyenangkan. Mereka saling berkomunikasi, bercanda dan seolah-olah mereka bukanlah seorang guru melainkan seorang ibu yang sedang asik bersama anaknya. Guru dan mahasiswa magang menikmati rujak secara bersama dalam satu wadah.

Mahasiswa-mahasiswa magang sangat rajin dan patuh. Mereka tidak sekalipun membantah apapun perintah dari para guru selama acara masak-masak hari Minggu itu. Ada yang menggoreng-goreng, meremas santan, merajang-rajang bumbu, ada yang mencuci piring dll. Sehari sebelum acara maulid hari inipun sebenarnya kebahagian sudah lahir dari pihak sekolah. Hal itu tampak saat acara makan siang bersama pada hari Minggu itu  dan makan malam bersama .

Semua persiapan untuk acara hari ini dipersiapkan dengan sangat sempurna sehingga melahirkan berbagai jenis menu yang enak-enak di lidah. Tidak hanya ada menu makanan, tetapi juga ada banyak cemilan pencuci mulut yang berada di antara kedua meja makan yang ada di tengah-tengah lapangan tersebut. Meja-meja terlihat tertata rapi di pinggir-pinggir lapangan sebagai tempat untuk menikmati hidangan. Hari ini menjadi hari yang sempurna juga bagi seluruh mahasiswa magang III dari Unsyiah karena dapat berkumpul dan foto bersama. Setelah acara makan-makan selesai dan beristirahat semua pihak sekolah mulai bekerja lagi untuk membereskan semuanya hingga menjadi seperti sedia kala.

Semua guru terlihat sangat kompak hari ini. Kekompakan ini terlihat dari pakaian yang warna antara semua pihak guru khususnya guru perempuan. Mereka mengenakan baju hitam dan jilbab ping. Sehingga kebebasan dan keleluasaan mereka hari ini membuat para guru dan mahasiswa magang menjadi sangat akrab. Acara makan-makanya dimulai pada pukul 11 pagi, berakhir pada sore menjelang malam. Semua pihak berkemas di sekolah. Saat anggota magang pulang para guru memberikan bingkisan untuk dibawa pulang ke kostnya masing-masing berupa lauk pauk yang masih bersisa.  Hari ini benar-benar hari yang sangat menyenangkan. (*Elfiyani)

221 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

The following two tabs change content below.

Teuku Mohammad Aulia

Latest posts by Teuku Mohammad Aulia (see all)

Tinggalkan Balasan