Berawal dari Sebuuah Cerita Menuju Impian yang Nyata

Rate this post

Berawal dari pengalaman yang memang belum pernah kami lalui, memang sangat mengejutkan , atau bahkan bisa dikatakan kami demam panggung. Kata sebutan seorang guru memang sering kami dengar, namun kali ini sebutan itu barada pada diri kami masing-masing, ada yang di panggil pak guru, dan ada pula panggilan buk guru,,,sssssttt cieee yang udah jadi guru meski masih  guru abal-abal, ehhh jangan salah nantinya kami juga bisa jadi guru yang professional kok.

Langkah kaki pun mulai beranjak menuju kelas yang penuh dengan keriuhan anak-anak yang suasananya seperti pasar, namun ketika kami mulai berada di depan pintu kelas mereka sedikit demi sedikit mulai tenang, bahkan mereka saling bertanya mengapa ada seorang guru yang mereka anggap asing masuk di kelas mereka masing- masing. Perkenalan pun dimulai seperti biasa seorang guru baru pasti merasa canngung  dan sedikit  malu, namun semua itu harus kami lalui sebagaimana mestinya.

Hari demi hari telah kami lalui dengan penuh semangat meskipun terkadang kami merasa banyak keluhan yang kami rasakan selama kami mengajar, namun keluhan itu ternyata menjadi suatu kerinduan yang mungkin akan terasa sunyi bila kami tidak saling bertatap muka dengan anak- anak yang memiliki seribu tingkah, ada lucu, bandel, nyebelin dan ngangenin.

Di sudut yang berbeda kami juga bermain dan mengajar anak-anak usia dini yang tidak kalah menyenangkan. Yang penuh dengan kegembiraan, keceriaan di setiap hari yang telah kami lalui. Mereka mengajarkan kami bagaimana cara  untuk bersabar dan menanamkan ilmu dengan penuh kasih sayang (yuhuuuu…..). Walau terkadang, mereka membuat kami kewalahan dengan tangisan, lari-larian, teriakan, ketidakpatuhan anak-anak tetapi semua itu kami lalui dengan penuh sukacita.

Semangat yang dimiliki oleh anak-anak untuk menuntut ilmu adalah salah satu alasan kami untuk terus melangkah ke sekolah setiap harinya dengan harapan kami selalu melihat senyum di wajah mereka. Walau masih banyak keterbatasan baik dari segi sarana maupun prasarana yang dimiliki sekolah tidak menghambat kami untuk meyalurkan ilmu  kami yang sedikit ini.

Tidak ada harapan kami untuk mengakhiri sebuah pertemuan dengan anak-anak, karena setiap pertemuan bukan untuk melepas rindu tetapi dapat menimbulkan rindu yang baru untuk pertemuan selanjutnya. “Remember something so important  a good life is a collection of happy moments” Ingatlah sesuatu yang berharga dalam kehidupan yang baik itu adalah kumpulan dari momen-momen yang bahagia.

190 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

The following two tabs change content below.

Zainal Muttaqin

Latest posts by Zainal Muttaqin (see all)

Tinggalkan Balasan